Pipa Terdahulu PDAM Bocor, Distribusi Air Terhenti

MAKASSAR,- Kebocoran pipa milik Perumda Air Minum Kota Makassar kembali terjadi. Kali ini berada di titik seputaran Jalan Jendral Sudirman hingga Jalan Monginsidi Makassar. Berdasarkan informasi pipa yang bocor tersebut adalah pipa lama yang di pasang saat zaman pemerintahan Belanda pada tahun 1924 silam.

Pipa berdiameter 500 mm ini merupakan pipa berjenis Cast Iron Pipe (CIP) dan menjadi cikal bakal di dirikannya PDAM saat itu. Namun karena kondisinya yang kini bocor, maka PDAM memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi air ke pelanggan selama pengerjaan di lakukan.

Muh Rusli Kabag Humas PDAM Kota Makassar menuturkan pihaknya akan memperbaiki pipa ini pada Senin (27/4/2020) malam dan akan membutuhkan waktu sekitar 6 jam lamanya dalam proses perbaikan.

“Kami berinisiatif untuk melakukan perbaikan di malam hari mengingat saat ini bulan ramadhan dimana penggunaan air pelanggan akan berkurang di malam hari. Pengerjaannya sendiri di lakukan pada Senin(27/4/2020) malam di mulai pada pukul 20.00 wita hingga selesai”,tuturnya.

Sebelum pengerjaan di lakukan, para pelanggan di harapkan untuk menampung air bersih sebagai antisipasi saat sahur. Direktur PDAM Kota Makassar Hamzah Achmad juga meminta agar warga teliti memperhatikan jadwal penghentian distribusi air.

“Kawasan yang terganggu ini boleh di kata jantungnya Makassar karena berada di tengah-tengah kota. Olehnya itu saya berharap agar pelanggan mempersiapkan air bersih menghindari kemungkinan di luar prediksi saat pengerjaan berlangsung”,imbuhnya.

Area yang akan terganggu pendistribusian air bersihnya yakni Jalan Ratulangi dan sekitarnya, Jalan Kakatua dan sekitarnya, Mappanyukki dan sekitarnya, Jalan Lanto Dg Pasewang dan sekitarnya, Jalan Veteran bagian barat, Jalan Singa, Jalan Serigala, Jalan Tupai dan sekitarnya, Jalan H Bau dan sekitarnya, Jalan Arief Rate dan sekitarnya, Jalan Hasanuddin dan sekitarnya, Jalan Somba Opu dan sekitarnya, Jalan Penghibur dan sekitarnya, Jalan Pasar Ikan dan sekitarnya, Jalan Bawakaraeng dan sekitarnya, Jalan Gunung Merapi dan sekitarnya, serta Jalan Gunung Latimojong dan sekitarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *